Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Enrekang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lakawan, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, masih belum berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama tiga hari. Hingga Rabu, (2/9/2026), sekitar 70 hektare kawasan dilaporkan terdampak kebakaran.
Proses pemadaman melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Polisi Hutan, petugas pemadam kebakaran, BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan hingga masyarakat setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang, Amiruddin, mengatakan upaya pemadaman masih berlangsung di lokasi. Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan Gunung Lakawan yang terjal dan sulit dijangkau.
“Sudah tiga hari dengan hari ini. Untuk hari ini proses pemadaman sementara ada tim dari Polisi Hutan, Damkar, dan masyarakat, Pak Camat, TNI dan Polri yang turun membantu,” kata Amiruddin, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, angin kencang yang terus bertiup di kawasan pegunungan turut mempercepat potensi rambatan api. Selain itu, keberadaan tebing dan medan yang sulit diakses membuat proses penanganan kebakaran membutuhkan upaya lebih besar.
BPBD Enrekang juga mengoreksi informasi sebelumnya mengenai luas lahan yang terbakar. Amiruddin menegaskan, area terdampak bukan mencapai 500 hektare seperti data awal yang sempat disampaikan, melainkan diperkirakan sekitar 70 hektare.
Meski demikian, luas area yang terbakar masih berpotensi bertambah karena api di sejumlah titik belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Vegetasi di kawasan Gunung Lakawan yang terbakar didominasi oleh pohon pinus serta berbagai jenis tumbuhan hutan. Kondisi vegetasi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api dapat terus bertahan dan menjalar di kawasan pegunungan.
Untuk mengendalikan penyebaran api, petugas menerapkan teknik back burning. Metode tersebut dilakukan dengan membakar area tertentu secara terkendali untuk mengurangi bahan bakar alami yang berpotensi menjadi jalur perambatan api.
Langkah itu juga dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke wilayah yang lebih dekat dengan permukiman warga. Sejumlah personel dan kendaraan pemadam kebakaran tetap disiagakan di kawasan bawah gunung untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak ke arah permukiman.
Kebakaran Gunung Lakawan diketahui mulai terjadi pada Senin malam, 31 Agustus 2026. Titik awal api dilaporkan berada sekitar 10 meter dari pinggir jalan alternatif jalur Cakke, tepatnya di kawasan Gunung Lakawan, Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.
Camat Anggeraja, Kadang Kandari, sebelumnya menyampaikan bahwa titik kebakaran berada cukup jauh dari kawasan permukiman padat penduduk. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak kebakaran.
Petugas masih terus melakukan upaya pemadaman sambil memantau kondisi api di kawasan Gunung Lakawan. BPBD Enrekang berharap kebakaran dapat segera dikendalikan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kawasan hutan maupun masyarakat di sekitar lokasi.