Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

JAKARTA – Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai berangsur pulih. Salah satu indikator pemulihan terlihat dari rencana dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar serta berkurangnya jumlah warga yang masih berada di pengungsian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kegiatan pembelajaran di sekolah mulai kembali berjalan pada Senin, 31 Agustus 2026. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kelayakan masing-masing sekolah yang terdampak gempa.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan sekolah yang bangunannya masih layak digunakan dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.
“Proses pembelajaran akan kembali berjalan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah. Kami menyampaikan tentu ada proses belajar akan dimulai Senin hari ini,” kata Berton dalam keterangannya.
Sementara itu, sekolah yang mengalami kerusakan dan belum dapat digunakan akan menerapkan skema pembelajaran secara daring.
“Ketika sekolahnya masih bagus dan layak untuk digunakan, tentu ini akan digunakan secara kelas atau pertemuan biasa atau tatap muka,” ujarnya.
BNPB menerapkan skema pembelajaran tersebut agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa dan tenaga pengajar di wilayah terdampak gempa.
Selain sektor pendidikan, pemulihan juga mulai terlihat pada sejumlah layanan dasar masyarakat. BNPB menyatakan ketersediaan bahan bakar minyak, pasokan listrik, dan jaringan komunikasi di wilayah terdampak telah kembali pulih 100 persen.
Aktivitas ekonomi masyarakat juga mulai kembali bergerak. Sejumlah pasar di daerah terdampak telah kembali beroperasi setelah sebelumnya aktivitas warga terganggu akibat gempa.
“Sejumlah pasar telah kembali beroperasi. Kondisi ini menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan masyarakat perlahan memasuki tahap pemulihan,” ujar Berton.
Di tengah proses pemulihan tersebut, jumlah warga yang masih berada di pengungsian juga mengalami penurunan.
BNPB mencatat jumlah pengungsi akibat gempa di NTT kini sebanyak 188.161 jiwa. Jumlah tersebut berkurang sebanyak 4.142 orang dibandingkan dengan data sebelumnya.
“Ini turun 4.142 orang, berasal dari Nagekeo, Manggarai Timur, dan Ngada,” kata Berton.
Kabupaten Nagekeo menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai 50.574 jiwa. Kabupaten Manggarai berada di posisi berikutnya dengan 50.556 pengungsi.
Sementara jumlah pengungsi di Kabupaten Manggarai Timur tercatat sebanyak 30.098 jiwa. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan data pada Sabtu, 29 Agustus 2026, yang mencapai 31.372 orang.
Penurunan juga terjadi di Kabupaten Ngada. Jumlah pengungsi di wilayah tersebut kini tercatat sebanyak 19.394 jiwa, turun dari sebelumnya 21.552 orang.
Adapun jumlah pengungsi di Kabupaten Manggarai Barat mencapai 27.564 jiwa. Sementara di Kabupaten Sikka tercatat sebanyak 5.658 jiwa dan wilayah NTT lainnya sebanyak 4.317 jiwa.
BNPB menyebut jumlah pengungsi di Manggarai Barat, Sikka, dan sejumlah wilayah lainnya belum mengalami perubahan.
Pemerintah bersama BNPB dan pemerintah daerah terus melakukan penanganan serta pemulihan pascagempa di berbagai sektor. Pemulihan pendidikan, layanan dasar, aktivitas ekonomi, hingga pengurangan jumlah warga di pengungsian menjadi bagian dari upaya mengembalikan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak secara bertahap.