Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

NalarNet.com — Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam Hasyim Muhammad mengungkap sejumlah skenario politik yang menurut pandangannya dapat ditempuh PDI Perjuangan (PDIP) menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Salah satunya adalah kemungkinan PDIP bergabung dengan Presiden Prabowo Subianto dengan menempatkan kadernya sebagai calon wakil presiden.
Pandangan tersebut disampaikan Hasyim melalui akun X pribadinya dan dikutip pada Senin (21/9/2026). Sebelumnya, ia juga menyampaikan pandangan mengenai kemungkinan PDIP membangun koalisi dengan Anies Baswedan.
Menurut Hasyim, apabila PDIP tidak memilih untuk berkoalisi dengan Anies, terdapat alternatif lain yang dapat dipertimbangkan, yakni bergabung dengan Prabowo dalam Pilpres 2029. Dalam skenario tersebut, PDIP disebut dapat mengusung kadernya untuk posisi calon wakil presiden.
“PDIP tetap bisa menang Pilpres 2029 jika bergabung sama Prabowo, tapi jadi wapres dulu,” tulis Hasyim dalam unggahannya.
Hasyim kemudian mengaitkan skenario tersebut dengan kemungkinan terjadinya rekonsiliasi antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, rekonsiliasi kedua tokoh tersebut dapat membuka ruang bagi terbentuknya kerja sama politik antara Prabowo dan PDIP.
Dalam skenario yang ia kemukakan, Gibran Rakabuming Raka tidak kembali maju sebagai calon wakil presiden maupun mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2029. Posisi calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo kemudian diisi oleh kader PDIP.
“Andai Jokowi ambil skenario ini dan Megawati menyambutnya, maka Jokowi akan membuktikan bahwa ia tidak berambisi bangun dinasti. Di tahun 2029, Gibran tidak lagi menjabat dan tak ikut Pilpres,” ujar Hasyim, seperti dikutip Warta Ekonomi.
Hasyim juga menyebut sejumlah nama kader PDIP yang menurutnya dapat masuk dalam skenario tersebut. Dalam pemberitaan lain, ia menyebut Ganjar Pranowo dan Pramono Anung sebagai figur yang mungkin dipertimbangkan untuk posisi calon wakil presiden. Namun, penyebutan nama tersebut merupakan analisis Hasyim dan bukan pengumuman resmi dari PDIP maupun tokoh yang bersangkutan.
Selain membahas konfigurasi Pilpres 2029, Hasyim turut mengaitkan skenario tersebut dengan perjalanan politik Gibran. Ia berpendapat, apabila Gibran tidak maju dalam Pilpres 2029 dan kemudian fokus membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kondisi tersebut menurutnya dapat menjadi bagian dari persiapan menuju kontestasi politik berikutnya.
Hasyim bahkan menyebut kemungkinan konfigurasi politik pada 2034 dengan memasukkan nama Pramono Anung dan Gibran sebagai salah satu skenario. Namun, seluruh kemungkinan tersebut masih berupa pandangan dan analisis pribadi Hasyim, sementara pencalonan resmi untuk Pilpres 2029 belum ditetapkan.
Wacana mengenai konfigurasi politik 2029 sendiri masih berkembang. Sebelumnya, Hasyim juga pernah menyampaikan pandangan bahwa persatuan antara Anies Baswedan dan PDIP dapat menjadi salah satu alternatif konfigurasi politik dalam menghadapi Pilpres mendatang.