Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia saat ini telah membuka sebanyak 138 blok minyak dan gas bumi (migas) untuk kegiatan eksplorasi. Pemerintah juga membuka peluang bagi perusahaan Rusia untuk ikut berinvestasi sekaligus membawa teknologi dalam pengembangan blok-blok migas tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sesi dialog Eastern Economic Forum di Vladivostok, Rusia, Kamis, (3/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan sejumlah peluang kerja sama ekonomi dan energi antara Indonesia dan Rusia.
Prabowo mengatakan pemerintah Indonesia telah berdiskusi dengan mitra dari Rusia mengenai peluang pengembangan berbagai proyek energi. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup eksplorasi migas, tetapi juga pembangunan kilang minyak, terminal penyimpanan, hingga pengembangan proyek energi lainnya.
“Kami baru saja menyampaikan informasi kepada mitra Rusia bahwa Indonesia saat ini telah membuka 138 blok untuk eksplorasi energi. Kami mengundang kelompok usaha dan perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dengan membawa teknologi mereka di 138 blok tersebut,” kata Prabowo dalam forum tersebut.
Menurut Prabowo, Indonesia masih memiliki potensi besar di sektor energi, termasuk gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG). Potensi tersebut menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan investor dan perusahaan energi dari Rusia.
Meski Indonesia memiliki ketersediaan LNG yang cukup besar sehingga tidak secara langsung membutuhkan pasokan gas dari Rusia, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kerja sama di bidang teknologi dan pengembangan proyek bersama.
“Saat ini kami memiliki banyak LNG, sehingga di beberapa bagian kami sebenarnya tidak secara langsung membutuhkan gas Rusia. Namun, kami sangat terbuka terhadap teknologi Rusia dan pengembangan proyek bersama,” ujar Prabowo.
Presiden juga menekankan bahwa Indonesia membutuhkan dukungan investasi dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas di sektor migas. Kerja sama internasional diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam melakukan eksplorasi, meningkatkan produksi, sekaligus mengembangkan kapasitas pengolahan energi di dalam negeri.
Selain minyak dan gas, pemerintah Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor energi masa depan. Prabowo menyebut Indonesia membutuhkan pengetahuan dan investasi untuk mengembangkan energi terbarukan, jaringan listrik pintar atau smart grid, serta energi nuklir untuk tujuan damai.
“Kami mencari pengetahuan dan investasi dalam energi terbarukan, jaringan listrik pintar, serta tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan teknologi berskala penuh, dengan standar keselamatan tertinggi dan perlindungan internasional,” tuturnya.
Ajakan investasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kerja sama ekonomi Indonesia dengan Rusia. Dengan dibukanya 138 blok migas untuk eksplorasi, pemerintah berharap semakin banyak perusahaan internasional yang tertarik masuk dan berkontribusi terhadap pengembangan sektor energi nasional.
Kerja sama yang ditawarkan tidak hanya diarahkan pada penanaman modal, tetapi juga transfer teknologi dan pengembangan proyek bersama. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas industri energi Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.